Universitas Hasanuddin mencanangkan dua produk, yaitu Biofertilizer “Mikrobat” dan Allope. Pembahasan lanjutan mengenai kedua produk tersebut dilaksanakan di ruang rapat wakil rektor bidang kemitraan, inovasi, kewirausahaan dan bisnis pada Rabu, 5 Juni 2024. Pertemuan ini dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Baharuddin dan Dr. Syahdar Baba, S.Pt., M.Si. sebagai inventor.
Menurut Wakil Rektor IV, dalam bidang Food security ada kerja sama Universitas Hasanuddin dan Kementerian Pertanian untuk mendukung Smart farming, mekanisasi, pemetaan gambut, dsb. Sementara menurut Pak Surya, progres kerja sama Universitas Hasanuddin sudah memenuhi aturan karena sudah memiliki katalog. Inventor produk Fertilizer juga mengemukakan mengenai manfaat produknya.
“Fertilizer bukan hanya disemprot. Misal ada lahan di Papua itu dikocok. Udara mengandung 80% N. Mereka kocok langsung itu pupuk. Pabrik urea yang ada di mana-mana tidak ada yang diambil itu. Berdasarkan sejarah, dapat kembalikan lahan yang tidak pernah ditanami”, (kata Prof. Dr. Ir. Baharuddin).
Fertilizer dapat mewujudkan komitmen untuk petani. Masyarakat lebih berdaya, tanah tidak rusak. Selain itu, produk Allope akan terbit izin edarnya. Sekarang model bisnisnya HAI. Mereka menjual daging dalam bentuk Frozen. Bisnis ini diharapkan dapat ditekuni terus-menerus.
Menurut Pak Surya selaku mitra, bisnis sedikit berbeda dengan birokrasi. Masih bisa dibicarakan dari kedua belah pihak sehingga lebih nyaman. Dalam berbisnis yang paling utama harus berdoa. Pupuk hanya salah satu faktor. Sementara khusus produk Allope, jaringan di luar lewat formula kerja sama. Ada beberapa yang tertarik dengan formula yang ditawarkan. Wakil Rektor IV menyarankan lisensi sehingga hak inventor tetap terjaga.
“Kita diskusi dengan PT HAI. Sudah Clear itu. Kami yang akan menawarkan itu ke teman-teman yang berminat di situ. Sudah terang semua ini. Proses negosiasi bisnis ini harus dengan orang-orang yang paham akan itu. Kalau sudah oke, saya undang. Kita bikinkan mekanisme tetap di STP. Model bisnisnya kan ada di teman-teman. Kita bantu lihatkan sudut pandang yang berbeda dari Business process-nya. Allope dari segi produk, kompetisinya sudah teruji. Berkasnya sudah oke, sisa rilis”, (kata Dr. Syahdar Baba, S.Pt., M.Si.).
Target Direktorat IBT-STP dapat menghilirisasi satu produk dalam satu bulan. Hal ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah yang optimal. Sehingga tercapai target yang telah ditentukan.



