Makassar, 13 Mei 2024 – Program Startup Go Global adalah program yang difasilitasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI untuk mendukung optimalisasi startup dan lembaga inkubator Indonesia dalam memperluas jejaring kerjasama internasional.
Program ini merupakan program tahunan dari Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM RI, yang bertujuan untuk mengembangkan usaha rintisan atau startup di empat sektor unggulan, yaitu agribisnis, akuakultur, bisnis ramah lingkungan, dan teknologi.
Adapun kegiatan ini berlangsung melalui media zoom yang di ikuti langsung lembaga inkubator unhas dan startup binaan inkubator universitas hasanuddin dengan mempresentasikan sesuai pitchdeck Guidelines di hadapan dewan juri.
Pada tahun ini, Program Startup Go Global diadakan di Australia dan Belanda, diikuti oleh 23 peserta dari berbagai lembaga inkubator di Indonesia. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM RI nomor 3 tahun 2024, Lembaga Inkubator dan Startup Universitas Hasanuddin Makassar terpilih sebagai salah satu peserta yang lolos seleksi dari 8 lembaga inkubator yang terpilih.
Terpilihnya Lembaga Inkubator dan Startup binaan inkubator Universitas Hasanuddin yang bermitra dengan Startup Agroyasa dalam program Startup Go Global ini menandai awal dari langkah besar untuk pengakuan dan promosi kualitas startup yang telah dibina oleh universitas Hasanuddin melalui Lembaga Inkubator dan Startup yang dinaungi oleh Direktorat Inkubasi Bisnis dan Science Techno Park (Direktorat IBT-STP).
Startup Agroyasa bergerak di bidang agrobisnis dan menghasilkan produk POC SOILTER, yakni produk pupuk organik cair yang terbuat dari limbah hasil industri peternakan dan ekstrak tanaman. Produk ini berfungsi merangsang pertumbuhan tanaman pada akar, daun, batang, bunga, dan buah, mengendalikan hama dan penyakit secara sistematis, serta dapat mengusir tikus. Selain itu, produk ini dapat digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, serta memenuhi ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan bagi pertumbuhan tanaman secara seimbang. POC SOILTER dioptimalkan untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia dengan memproyeksikan peningkatan kesuburan tanah dan hasil panen yang lebih baik.
Menurut Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Eng. Ir. Adi Maulana, S.T, M.Phill, “Kesuksesan ini bukan hanya merupakan bukti komitmen dan kerja keras pengelola Inkubator dan Startup Universitas Hasanuddin Makassar, tetapi juga sebagai dukungan Universitas Hasanuddin Makassar dalam pengembangan inovasi dan potensi yang dimiliki oleh para startup muda di Makassar”.
Seperti yang kita ketahui, bahwa startup di Indonesia terus berkembang pesat pasca pandemi COVID-19. Pada akhir bulan Januari 2024, tercatat sebanyak 2.566 startup yang telah menunjukkan perkembangan yang signifikan di Indonesia. Makassar menempati posisi ke-5 nasional dengan jumlah startup terbanyak setelah Jabodetabek, Malang, Bandung, dan Yogyakarta.
Meskipun startup Indonesia masih perlu mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju seperti Amerika dan India, kita selalu berharap agar program-program seperti Startup Go Global dari Kementerian Koperasi dan UKM RI dapat menjadi semangat inovasi untuk terus tumbuh, berkembang, dan membawa peningkatan kesejahteraan hidup bagi para pelaku industri startup.



