Focus Group Discussion Penyusunan, Evaluasi, serta Penyempurnaan Dokumen SOP Pengelolaan Tenant dan Startup

Direktorat IBT-STP melaksanakan Focus Group Discussion pada Jumat, 19 Juli 2024 di ruang rapat lantai 6, Rektorat Universitas Hasanuddin. FGD ini membahas Penyusunan, Evaluasi, serta Penyempurnaan Dokumen SOP Pengelolaan Tenant dan Startup. Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual, Kepala Subdirektorat Pengelolaan dan Pengembangan Usaha, Kepala Subdirektorat Pemanfaatan Aset, dan pimpinan serta staf IBT-STP.

Direktur IBT-STP menyampaikan, bahwa tujuan dilaksanakan FGD ini, yaitu:

  1. Untuk penyusunan penyempurnaan dokumen SOP pengelolaan Tenant dan Startup
  2. Kelayakan hasil inovasi
  3. Penyusunan peraturan rektor tentang hilirisasi.

Proses hilirisasi ini nantinya yang akan kita jadikan pegangan pada kegiatan yang akan kita laksanakan ke depan”, (kata Dr. Fauzi R. Rahim, S.E., M.Si., CFP., AEPP.).

Menurut Ketua Jejaring dan Kemitraan, IBT-STP telah mengalami banyak perkembangan. Ada kerja sama yang sudah berjalan. Satu sampai tiga bulan IBT-STP mempunyai standar. Ada banyak proses yang dilalui. Beliau merasa sangat sesuai dengan yang diharapkan.

Mungkin saja sebelum ia dibuatkan badan usaha. Harus ada kriteria dulu produknya seperti apa”, (kata Afdal, S.E., M.Sc., DEc., Ak.).

Kepala Subdirektorat Pemanfaatan Aset menyarankan agar ada komitmen terutama tenant yang kita bina sebelum ia keluar. Sehingga ada kesepakatan bersama yang harus ditaati. Direktur IBT-STP juga menyampaikan, bahwa semua yang kita dikelola di direktorat, benar-benar di kawal. Ada model yang dibangun dari bisnisnya. Ada bagian saham milik Universitas Hasanuddin. Ada yang mengawal dari sisi keahlian.

Perlu dirancang pendampingan yang dilakukan oleh Profesor kita dalam hal bisnis yang dilakukan oleh kita”, (kata Afdal, S.E., M.Sc., DEc., Ak.).

Menurut Kepala Subdirektorat Pengelolaan dan Pengembangan Usaha, orang bisa masuk ke inkubator karena mereka melihat fasilitas apa yang ditawarkan. Ini wajib yang dilingkari sebenarnya. Sementara itu, Direktur IBT-STP juga menyarankan sebaiknya SOP dibagi Out wall dan in wall.

Kepala Subdirektorat Inkubator dan Startup menjelaskan, bahwa ada Pokja untuk melihat proses seleksi. Sebelum Exit, para tenant akan membuat laporannya. Itulah yang jadi penilai. Kalau akan Exit, ada lagi SK tim.

Startup inkubator harusnya ada IT. PMW ini kalau ia mau harus dibawa ke inkubator. Pak Suhasman itu membina mahasiswa untuk mendapatkan dana. Setelah PMW, laporan sudah ada. Langsung lanjutkan ke inkubator”, (kata Asmi Citra Malina, S.Pi., M.Agr., Ph.D.).

Ketua Jejaring dan Kemitraan menyarankan nanti membuat tim yang layak untuk menilai. Mungkin IBT-STP bisa kerja sama untuk fokus pada energi terbarukan. Yang lolos seleksi dan didanai diambil oleh IBT-STP. Jadi nanti jumlahnya, mahasiswa yang punya usaha.

Bagikan

Translate »