Makassar, Indonesia, Eripson M.H. Sinaga Asisten Deputi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Kewirausahaan melakukan kunjungan ke Universitas Hasanuddin yang bertepat di Ruang Rapat WR IV, Lt. 6 Gedung Universitas Hasanuddin (25/03).
“Gambaran umum kewirausahaan Indonesia. 2025 targetkan angka 85%”, (kata Eripson M.H. Sinaga, Asisten Deputi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Kewirausahaan).
“Dari semua jumlah angkatan kerja yang menjadi karyawan yang digaji tetap itu cuma 0,8%. (kata Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, ST., M.Phil.,).
Targetkan kita bisa peringkat ke-60. Ada lima pengembangan model bisnis tematik. Terdapat tantangan kewirausahaan. Kondisi ketenagakerjaan dan kewirausahaan Makassar itu angkatan kerja sebesar 651.832. Berusaha dibantu buruh tetap/buruh dibayar berjumlah 17.754. Angka kemiskinan Makassar tahun 2021 itu 4,83%. Kalau dari nasional sudah bagus 9,57”.
“Kondisi global juga kurang baik sehingga kita bisa menciptakan, berapa wirausaha yang tercipta. Ada Rasio kewirausahaan Makassar. Kita harus membentuk wirausaha yang inovatif dan berkelanjutan. Wirausaha ini bisa lebih survey dengan perannya inkubator. Istilahnya kan bayi baru lahir baru belajar berjalan, kemudian dia bisa berjalan sendiri. UMKM yang terlalu diproteksi atau terlalu banyak didampingi itu malah daya resiliensinya kurang. Jadi kita harus menyusun peraturan yang benar pas sehingga sesuai. Sehingga kami memotret lembaga inkubator yang bisa berkelanjutan. Lembaga inkubator paling tidak ada standar yang generik jadi landasan/standar minimal yang sama yang bisa dielaborasi oleh lembaga inkubator.
“Dukungan dan amanat kebijakan terkait inkubator. Tahapan inkubasi dimulai pra inkubasi, inkubasi, dan pasca inkubasi, nanti sampai pada pemeringkatan. Isu terkini terkait inkubator. Apakah ada isu terkait dengan pendanaan. CSR, bisnis yang lain? Ada incubator yang pendanaannya tidak hanya di Semarang, ada yang di Solo. Pendanaannya murni dari CSR. Ada peran dari pemerintah juga, mereka dituntut minimal satu. Ini modelan seperti apa? Ini beberapa yang kami sampaikan, Setidaknya standar minimalnya inkubator seperti apa shi yang bagus”, (kata Eripson M.H. Sinaga).
“Sistem pendaftaran informasi dan evaluasi inkubasi. Jumlah lembaga inkubator dan tenant per 22 Maret 2024 terdapat 366 lembaga incubator dan 3189 tenant. Pemeringkatan lembaga incubator ada 30 lembaga inkubator. Misalnya kalau sudah kualitas peringkat A, berarti sudah bagus. Tujuan kegiatan, yaitu mengevaluasi, menganalisis hasil capaian dan kendala serta isu dalam penyelenggaraan inkubasi, mengakselerasi pemeringkatan lembaga inkubator, dan pemetaan kebutuhan lembaga inkubator.
“Kami di akhir tahun mendapatkan informasi tentang pemeringkatan. Tahun ini in syaa Allah kami akan mendapatkan peringkat. Kami juga ada beberapa kerja sama dengan Kemenkop”, (kata Afdal, S.E., M.Sc., Dec., Ak.).
“Kampus kami ada lima, ini kampus utama, ada di Barayya, dan sebagian di daerah. Terdapat 50.000 mahasiswa. Tenaga kerja 2.500. Terima kasih, kami sangat senang dari Kemenko Perekonomian datang terutama tentang inkubasi. Sebenarnya kami sudah PTNBH sejak tahun 2015. Itu universitas yang memiliki usaha, berbadan hokum. Subholding total ada 8. Kami punya perusahaan, hotel. Ada perusahaan dalam bidang Agriculture dsb”, (kata Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, ST., M.Phil.,).
“Saya alumni Jepang. Kami ada kerja sama dengan JICA. Tahun ini itu, Collectiing data, mudah-mudahan tahun ini. Itu salah satu gedung STP terbesar di Indonesia. Ada karakter khusus yang akan kami buat nanti, terutama yang bergerak di bidang SDA. Cokelat, rumput laut, ada beberapa komoditi. Selain dalam bidang SDA terutama Agriculture. Nikel 90% dari Indonesia dan 10% dari Sulawesi. Itu akan kita mulai tahun depan. Mudah-mudahan kita bisa bersinergi. Mungkin kalau ada program-program mungkin kita bisa kerja sama”, (kata Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, ST., M.Phil.,).
“Kami bisa salah satu dengan IKN. Hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan ibukota baru. Nanti akan banyak pengembangan dengan kami. Pengembangan, inovasi bisnis yang ada di Unhas. Ada aturan, semua paten tidak boleh hanya berhenti di pajangan. Kami punya STP, setelah itu badan usaha. Kami punya prototipe, kemudian dihilirisasi. Satu bulan, satu bulan yang masuk ke pasar. Ada pasta gigi, ada madu. Mereka jadi Profesor menghasilkan ini, menghasilkan ini tapi tidak masuk ke pasar. Tadi kami punya pasta gigi yang misalnya kami punya gusi yang luka, maka itu akan terobati. Sekarang itu sudah diproduksi 15.000. Menanggulangi kemiskinan kalau saya presentasi ke Pak Wali Kota. Mungkin dia marah atau bertanya. Kami sangat tertarik dengan kerja sama program. Akuadin, cokelat, Catering itu semua dari Unhas. Itu badan usaha kami yang buat”, (kata Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, ST., M.Phil.,).
“Ada kewirausahaan berbasis potensi wilayah. Salah satunya di Bantaeng. Kami akan panggil tim. Dari sisi kebijakan SKL itu”, (kata Eripson M.H. Sinaga).
“Ada tiga bagian LPPM. Yang sampai ke kami itu yang sudah siap diinkubasi. Holding kami itu PT Hadin. Anggarannya ada dari Unhas, ada partner kami. Ada 268 Startup yang sudah bergabung bersama kami. Saya bergabung menjadi Kasubdit itu bulan 9 tahun 2023. Proses hilirisasinya ada yang langsung dan ada yang tidak langsung. Yang tidak langsung itu sebuah perusahaan yang siap untuk dipasarkan. Dulu Namanya, IBTPKB. Tantangan kami perihal pendanaan. Kalau kami bandingkan dengan UI, IPB itu sangat jauh dari kami. Sehingga kami ada rencana pembangunan. Working space startup ini, kami sedang ajukan. Pilot plant yang ada Cocoa, kemudian Coconut oil. Kerja sama dengan JICA, lahan sekitar 3 hektar itu akan dibangun menjadi tiga gedung. Kerja sama dengan JICA ini dalam Pilot project. JICA juga ada pilot project. Kami targetkan 20 tenant tahun ini. Mereka siapkan pendanaan, ada Coaching. Kami ajukan dana sekitar 2 M. Itu sedang kami bahas”,
“Curriculum design, yaitu Introduction to entrepreneurship, Ideation and opportunity identification. 1-2 ini bisa dilangkahi atau digabungkan menjadi satu kegiatan. Program inkubator Startup kerja sama dengan KEMENKOPUKM. Mereka minta untuk menyeleksi 20 tenant. Tapi meminta kami untuk menyaring minimal 30. Dari tenant tersebut, mereka berpeluang mengikuti tenant, akan ke Korsel, dsb. Tenant inikan orang-orang yang sudah menjalankan bisnisnya. Ketika mereka diajak untuk bergabung, maka kami harus pintar mengajak mereka untuk bergabung. Harapannya setelah mereka itu, mereka merasa betapa menariknya kegiatan ini”, (kata Afdal, S.E., M.Sc., Dec., Ak.).





