Direktorat Inkubasi Bisnis Teknologi dan Science Techno Park Universitas Hasanuddin (IBT-STP) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong hilirisasi riset melalui pengembangan startup berbasis inovasi. Melalui program inkubasi Startup Research Based, IBT-STP resmi mengumumkan Top 10 CEO Startup Research Based yang terpilih dan langsung mengikuti proses evaluasi dan sesi mini pitching yang menampilkan berbagai inovasi produk berbasis riset.
Program ini merupakan bagian dari ekosistem pengembangan kewirausahaan di Universitas Hasanuddin yang bertujuan mempertemukan hasil invensi akademik dengan kepemimpinan bisnis mahasiswa dan alumni yang memiliki potensi menjadi CEO startup. Melalui proses seleksi dan pembinaan, para peserta didorong untuk mengembangkan model bisnis yang mampu mengkomersialisasikan produk inovatif dari lingkungan kampus.

Dalam sesi mini pitching, para calon CEO mempresentasikan konsep bisnis, potensi pasar, serta strategi pengembangan produk di hadapan tim evaluator. Kegiatan ini menjadi tahap awal untuk menilai kesiapan kepemimpinan, kemampuan komunikasi bisnis, serta pemahaman peserta terhadap peluang komersialisasi inovasi berbasis riset.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, ditetapkan Top 10 CEO Startup Research Based, yaitu:
- Afdhol As Syamardi – Kopi Ohmic
- Hafizhah Qanita Najiyyah – Sukisa
- Edil Sah Putra – Soramienori
- Athifah Tiara Akhsan – Cocoa Powder
- Agrichard Patulak – Gula Aren
- Muthia Deta Maharani – Sabun VCO
- Reski Wahyu Hidayat Amir – GingerCreamy & GingerPlus
- Muhammad Panji Baskoro – Biocinmazh
- Nayla Qanita Nadiah – Inokulan Unggul
- Qonita Dzakira – Madu Ogi
Beragam produk yang ditampilkan dalam pitching mencerminkan kekuatan riset dan potensi inovasi dari berbagai bidang, mulai dari produk pangan, kesehatan, hingga bioteknologi. Setiap CEO akan berkolaborasi dengan inventor dan tim pengembang untuk mengoptimalkan proses komersialisasi produk.
Program ini juga merupakan bagian dari Grand Design Sekolah CEO UNHAS, yang menyiapkan struktur kepemimpinan startup berbasis riset dengan dukungan berbagai peran strategis seperti CPO (Chief Product Officer), CMO (Chief Marketing Officer), serta tim pengembangan bisnis dan riset. Dalam tahap selanjutnya, para CEO akan mengikuti serangkaian kegiatan seperti CEO alignment dan orientation, team building, startup design workshop, hingga startup launching.
Selain itu, program inkubasi ini juga menekankan pentingnya studi kelayakan invensi yang mencakup aspek teknologi, pasar, regulasi, bisnis, dan kesiapan tim. Hasil kajian tersebut akan dituangkan dalam dokumen Startup Feasibility and Readiness Report sebagai dasar pengembangan startup berbasis riset di lingkungan universitas.
Melalui program ini, IBT-STP UNHAS berharap dapat memperkuat ekosistem inovasi dan kewirausahaan berbasis riset, sekaligus mendorong lahirnya startup yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian.

Program ini juga sejalan dengan semangat #UnhasImpact Startup Berdampak, yang menekankan bahwa inovasi dari kampus tidak hanya berhenti pada penelitian, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk dan usaha yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.


