Inkubator Bisnis dan Teknologi STP Universitas Hasanuddin kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong lahirnya inovasi dengan menyelenggarakan program Unhas Solution & Business Design. Kegiatan ini menghadirkan Indra Purnama, Sekjen MIKTI dan Innovator in Chief VINOV, sebagai fasilitator utama.
Program ini menjadi ajang eksplorasi mendalam bagi para peserta untuk memahami proses mendesain solusi bisnis berbasis pendekatan design thinking, yang berorientasi pada pengguna (user-centric). Salah satu fokus utama adalah membangun Value Proposition Canvas, di mana peserta diminta merancang penawaran nilai yang relevan dengan kebutuhan dan tantangan pengguna di dunia nyata, seperti pengguna transportasi umum dan layanan ojek online.

Dalam paparannya, Indra Purnama menekankan pentingnya tiga elemen utama dalam inovasi:
Desirability (kebutuhan pengguna), Feasibility (kemungkinan teknis), dan Viability (kelayakan bisnis). Ketiganya menjadi fondasi dalam menilai dan mengembangkan ide-ide inovatif agar tidak hanya relevan, tetapi juga bisa direalisasikan dan berkelanjutan secara bisnis.
Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai pendekatan pengembangan seperti SCAMPER, Bio-Mimicry, serta kerangka Ten Types of Innovation dari Doblin Deloitte, guna mendorong cara berpikir kreatif dalam menciptakan diferensiasi produk dan model bisnis.
Tak hanya itu, sesi juga mencakup bagaimana menyusun Minimum Viable Product (MVP) secara efisien, memahami kebutuhan pengguna yang bersifat must-have maupun nice-to-have, serta bagaimana membangun pengalaman pengguna (user experience) yang menyeluruh—bukan sekadar desain antarmuka, tetapi mencakup semua titik interaksi dengan produk atau layanan.
Dengan pemahaman terhadap Business Model Canvas, para peserta diajak merancang model bisnis yang teruji dan berorientasi pasar. Mulai dari pengenalan segmen pelanggan, saluran distribusi, relasi pelanggan, hingga struktur biaya dan sumber pendapatan.
Program ini tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga menjadi wadah eksplorasi dan validasi gagasan bisnis. Harapannya, para inovator muda dapat melahirkan produk dan layanan yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memiliki keberlanjutan bisnis di masa depan.
“Inovasi yang baik adalah hasil perpaduan antara kelayakan teknis, keberlanjutan bisnis, dan keinginan pengguna,” pungkas Indra Purnama dalam sesi penutupnya.



