Direktorat Inkubasi Bisnis Teknologi dan Science Techno Park (IBT-STP) menetapkan tenant internal Universitas Hasanuddin yang diseleksi dalam kegiatan pengembangan kewirausahaan yang mandiri dan kreatif. CEO dari masing-masing tenant berprofesi sebagai dosen, mahasiswa, dan alumni. Penetapan tersebut dilaksanakan dengan penandatanganan kontrak kerja sama tenant pada Senin, 3 Juni 2024 di ruang rapat A Lt. 4, Gedung Rektorat Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar yang dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis, Direktur IBT-STP, Kepala Subdirektorat Inkubator dan Startup, Ketua Jejaring dan Kemitraan, tenant internal, dan staf IBT-STP.
Pembukaan kegiatan oleh Kepala Subdirektorat Inkubator dan Startup. Menurutnya, dalam rangka penandatanganan perjanjian kerja sama perusahaan pemula tahun 2024, IBT-STP telah mengidentifikasi sepuluh perusahaan pemula. Perusahan pemula ini diharapkan bisa bekerja sama dalam proses inkubasi dengan baik. Selama menjalankan proses inkubasi ini, nanti bisa dilakukan evaluasi. Sepuluh perusahaan pemula yang menjadi tenant, yaitu:
- Djamoer Doeloe
- PT Sitinaja Global Ekspor
- Qindo-Cho
- Leafyco
- Aerasea
- Jagokan
- PT Celebes Maritim Sejahtera (Goodible)
- Hananori
- Urban Agrofarm
- PT Tani Organik Indonesia

“Kita harus sadari, bahwa kita hidup di masa Entrepreneur bukan lagi keniscayaan tapi sudah harus diimplementasikan. Berita pada koran kompas itu, lulusan universitas yang diserap di dunia pekerjaan kurang lebih 20%. Kompetisi ke depan semakin ketat. Angkatan kerja kurang lebih 80%, kalau kita tidak dapat penuhi bonus demografi, maka Indonesia emas akan menjadi Indonesia cemas”, (kata Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, S.T., M.Phil.).
Prof. Adi sebagai Wakil Rektor IV mengatakan, bahwa mahasiswa atau alumni tertarik untuk kembangkan kewirausahaan. Tujuan utama pembentukan ini adalah mengumpulkan laba supaya UKT mahasiswa tidak naik. Universitas Hasanuddin sudah PTN-BH sehingga harus berdiri di kaki sendiri. Harapannya, startup ini bisa berjalan. IBT-STP punya indikator kinerja, yaitu dalam sebulan mendapatkan satu produk. Semua inovasi dari Universitas Hasanuddin yang berakhir prototipe itu, tidak dihitung sebagai inovasi. Yang dihitung adalah yang keluar dipasarkan. Strategi yang harus ditempuh, yaitu semua unit usaha harus bergerak. Universitas Hasanuddin sudah membangun sembilan perusahaan. Sebentar lagi akan ada bank sehingga dibutuhkan orang-orang milenial yang mengerti pasar.




